Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam dialog dengan forum wartawan Gubernuran di ruang kerjanya, Sabtu lalu, (17/07), berkaitan dengan evaluasi kenerja pemerintah provinsi NTT selama dua tahun kepemimpinan FREN mengemukakan, dalam upaya mengatasi berbagai hal yang berkaitan dengan keinginan sederhana masyarakat yakni masyarakat tidak boleh lapar, sakit, bodoh dan tidak boleh dipersulit, kita perlu bermimpi atau bercita-cita karena hanya orang yang bermimpi atau bercita-cita tinggilah yang bisa mencapai sukses besar.
Dalam dialog yang dipandu pemimpim umum Tabloid Mingguan Aktualita NTT, Mikhael Rajamuda Bataona dan dihadiri Wagub Esthon Funay, Kepala Beppeda I Wayan Dharmawa, Karo Umum Bruno Kupok, Kadis Kominfo Eduardus Ghana dan sejumlah staf lainnya, Gubernur Lebu Raya menegaskan, menjadikan NTT sebagai provinsi koperasi, ternak, jagung dan provinsi cendana, kita harus punya cita-cita dan kita harus punya mimpi besar dalam mencapai sesuatu di NTT ini.
Dalam merespon berbagai masukan dan kritik wartawan, Lebu Raya menyatakan, seorang pemimpin harus mempunyai harapan dan memberikan dorongan sebab dengan bermimpi, kita akan bekerja keras yang pada akhirnya akan menuai hasil. Ia menyebutkan, dalam setahun terakhir ini ada peningkatan populasi ternak, produksi jagung, jumlah koperasi namun hal ini tidak ter-expose sehingga orang menilai FREN hanya bermimpi saja.
Sementara itu, Wagub Esthon Funay menambahkan, untuk pendidikan ada peningkatan anggaran pendidikan, pemberian beasiswa, koordinasi program pembangunan dengan kabupaten/ kota, ada peningkatan belanja publik dalam APBD NTT tahun 2010 ketimbang aparatur, peningkatan kesehatan dan sarana prasarana pembangunan di NTT.
Sebelumnya, pada Jumat, 16 Juli, bertepatan 2 tahun FREN memimpin NTT, berlangsung evaluasi umum dengan semua pimpinan SKPD tingkat provinsi NTT tanpa diwakilkan, di ruang kerja Gubernur NTT. (VN_01)