TIRILOLOK News Detail

  Posted at 19-07-2010 | 10:13:15
  SEMBURAN LUMPUR DI SULAMU TIDAK BERBAHAYA
   
 

Dua ahli geologi Dep. Energi dan Sumber Mineral Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becancana Nasional, Herry Purnomo dan Nana Rukmana menyatakan, semburan lumpur yang muncul di dusun Oebefa dan Fubonat -Desa Pantai Beringin, Kecamatan Sulamu sejak awal Juni lalu hingga saat ini tidak berbahaya bagi masyarakat sekitarnya. Menurut mereka, masyarakat tidak perlu takut dengan semburan itu, sebab itu hanya gejala alam yang sudah berlangsung sekian lama dan sering terjadi dimana- mana di wilayah Indonesia.

Herry dan Rukmana menambahkan, pulau Timor memiliki banyak sekali patahan dibawa lapisan tanah yang sewaktu-waktu dapat terjadi pergeseran dan semburan lumpur bisa naik kepermukaan tanah.

Menurut dua ahli ini, setelah mengamati dengan seksama di semua titik semburan lumpur tersebut belum lama ini, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan perihal penyebab terjadinya semburan lumpur itu, karena pihanya baru mengambil sampel untuk diteliti di laboratorium, lalu hasilnya akan diketahui beberapa minggu kemudian. Namun, menurut mereka, dugaan sementara dari munculnya semburan itu bisa disebabkan, antara lain lapisan tanah bagian bawanya bersifat bobonaru atau terjadi banyak patahan dan faktor adanya pengaruh dari tektonik atau gunung berapi.

Camat Sulamu, Screning J. Dano menjelaskan, semburan lumpur yang terjadi di dua dusun tersebut muncul sejak awal Juni lalu dan hingga saat ini masih berlangsung secara berkala. Ia menjelaskan, sumburan itu muncul ketika pasang surutnya air laut, bila air laut pasang maka muncullah semburan lumpur itu. Dano mengatakan, tanggal 3 Juli lalu, muncul lagi semburan lumpur baru tepat di jalan trans Amfoan dan lumpur yang keluar itu telah menutup badan jalan.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, dua ahli ini menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun diseputaran lokasi semburan tersebut. (VN_03)

   
 
 
[ back ]