RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 12-12-2013
  FRANS LEBU RAYA: DOAKAN KAMI ROMO DAN AFOAN.
  Kupang, tirilolok.com – Pastor Daniel Afoan Projo, telah berpulang ke Pangkuan Sang Pencipta. Romo Dan meninggal pada usia ke – 68 pada tanggal 10 Desember 2013 setelah dirawat selama beberapa jam di Rumah Sakit St. Carolus Boromeus Belo Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Ribuan Umat Katolik sekeuskupan Agung Kupang hadir pada Misa Requem yang dipimpin Uskup Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Pr.

“ Selamat jalan Romo Dan jadilah pendoa bagi kami”, ujar Gubernur Nusa Tenggara Timur Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutannya di akhir Misa duka itu.

Banyak kenangan yang telah dibuat Romo Dan terutama ketika saat-saat terakhir perampungan Taman Ziarah Oebelo Kabupaten Kupang. “ Dengan Topi cowboynya Romo Dan hadir di tengah umat Katolik terutama ketika rapat terakhir pada malam H-1 pengresmian Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo”, ungkap Frans lagi.

Bagi Gubernur NTT Frans Lebu Raya Romo Dan begitu berkesan. Kehadirannya di Rumah jabatan bersama Rombongan Imam pada suatu kesempatan memiliki makna tersendiri bagi Frans Lebu Raya.

“ Ketika itu Ia (Almarhum Romo Dan Afoan) mengatakan, Pa Gubernur, Program konsumsi pangan lokal sudah saya jalankan. Tiap hari saya makan jagung. Seharusnya saya mendapat penghargaan. Saya bilang, ya, tetapi apakah Romo makan jagung karena mau mensukseskan program saya atau karena permintaan dokter”, kenangnya Gubernur Frans Lebu Raya disambut tawa sidang perkabungan.

Gubernur sempat mengungkapkan beberapa kata dalam bahasa Dawan sebelum menutup sambutannya. Terhadap hal ini Selebran Utama Misa Requem Mgr. Petrus Turang, Pr coba berkelakar, “ ya seandainya Almarhum Romo Dan masih hidup mungkin dia akan tertawa karena intonasi bahasa Dawan (bahasa asli etnis Timor) yang disampaikan Gubernur tidak sedap didengar telinga orang Timor”.

Menurut Uskup Turang, Romo Dan merupakan orang pertama yang ia kenal ketika baru pertama kali datang di Kupang (mungkin saat beliau ditahbiskan menjadi Uskup Coajutor belasan tahun lalu).

“ Romo Dan sangat rendah hati dan selalu siap menjalankan tugas ketika diminta baik dalam keadaan sehat maupun Sakit. Say pernah minta dia untuk mengikuti sebuah rapat. Ketika itu dia bilang kakinya bengkak. Saya bilang pergi saja supaya mereka bilang engkau hebat”, kenang Uskup asal Manado ini.

Pada akhir Khotbahnya Uskup Turang minta kepada orangtua Romo Dan (Mamanya yang setia menunggu disamping almarhum selama Misa) kalo ada kesempatan datang ke Kupang jangan lupa singgah di Keuskupan karena Semangat Romo Dan selalu ada dalam diri Saya”, pinta Mgr. Turang.

Jenazah Pastor yang ditahbisakan pada tahun 1977 ini dikebumikan di TPU Imam-Imam Projo di Penfui dihantar ribuan pelayat. (VN-02)
   
 
Sound:
footer2.jpg