RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 13-05-2014
  TIMOTIUS LAU : SELAMA MENIKAH TIDAK PERNAH OMONG KASAR DENGAN ISTRI.
  Kupang, tirilolok.com – Selama 2 Minggu ke depan Bagian Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Sekretariat Daerah Kota Kupang disibukkan dengan kegiatan Sosialisasi Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di 15 Kelurahan di Kota Kupang. Kegiatan telah berlangsung di 2 Kelurahan masing-masing Kelurahan Fatululi (8/5), Kelurahan Oesapa Barat (12/ 5) dan Besok (13/5) di Kelurahan Naikoten I. Salah Satu peserta Sosialisasi Timotius Lau kepada Tirilolok di Kantor Lurah Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Senin (12/5) mengatakan, selama puluhan tahun hidup berkeluarga ia tidak pernah mencubit istrinya ataupun bicara kasar. “ Beta (saya-red) sejak tahun 80-an menikah tidak pernah cubit atau omong kasar sama Maitua (istri). Beta takut nanti orang bilang kita hidup susah jadi rebut terus dalam rumah tangga”, ujar Lau. Menurut ketua RT 13 RW 05 Kelurahan Oesapa Barat ini, persoalan dalam rumah Tangga selain karena Pekerjaan, sering juga ditimbulkan oleh jumlah anak yang terlalu banyak. Menurut dia, 2 anak cukup. “ Kalo anak banyak juga jadi masalah. Kita yang hidup susah begini anak banyak lagi mau jadi apa. Orangtua kita biasa bilang banyak anak banyak rejeki. Itu dulu sekarang tidak bisa, karena pekerjaan makin susah”, kata Lau panjang lebar. Sementara itu Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak drg Johana Fransisca berharap, Pemerintah Kota Kupang dan seluruh jajarannya dapat medukung Program Penghapusan KDRT. “ Sosialisasi ini kita libatkan berbagai unsur ya supaya gemanya bisa didengar banyak orang”, kata dokter berbadan mungil ini. Anggota Unit Perempuan dan Perlindungan Anak Kepolisian Resort Kupang Kota Sri Tagwa mengatakan, jumlah Kasus KDRT satu tahun terakhir mencapai 100 lebih dan 83 diantaranya berhasil diselesaikan. “ Tidak semuanya sampai ke Pengadilan karena kita berusaha negosiasi dengan kedua belah pihak untuk diselesaikan di luar Pengadilan atas kesepakatan bersama”, ujar Polwan yang menjadi salah satu Pembicara dalam Sosialisasi ini. Lurah Oesapa Barat Vera Suek berjanji akan mendukung Program Penghapusan KDRT di Kelurahan yang dipimpinnya. “ Makanya saya undang para ketua RT sehingga mereka bisa menjadi penyambung Informasi setelah ikut Sosialisasi di Kantor Kelurahan “, Kata Suek. Vera mengakui di Kelurahan Oesapa Barat masih sering terjadi KDRT namun ia akan terus mendorong semua pihak untuk terus bersuara, sehingga Penghapusan KDRT di Kota Kupang bisa terwujud. (VN-02)
   
 
Sound:
footer2.jpg