BERITA TERKINI
Istana Telusuri Penyebab Kematian Warga yang Terinjak
Sinar Pemindah Materi Temuan Ilmuwan Australia
Wapres Boediono Silaturahmi ke Megawati
Napi Bekas Pejabat Terima Lagi Remisi
Tuna Netra Meninggal Saat Berdesakan di Depan Istana
"Rusia Masuk NATO? Tak Masuk Akal"
Presiden Afghanistan Ajak Taliban Berunding
Goa Lawah Dipenuhi Masyarakat Berpakaian Adat Bali
Gunungan "Grebeg" Syawal Jadi Rebutan
Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg Belum Diputuskan
Bersandal Jepit pun Diterima "Open House" Wapres
"Pekhabatin", Tradisi yang Mulai Hilang
`Ngabekten` Keraton Diikuti Bupati dan Wali Kota
WNI di Pakistan Belum Lebaran
TNI Nyatakan Tak Akan Ada Lagi Pelanggaran Seperti Adjie
Presiden Kemungkinan Hanya Ajukan Satu Calon Kapolri
TNI Akan Bina Kolonel Adjie Suradji
Hendarman Ingin Diganti Pejabat Karir Kejaksaan
Presiden : Rencana Pembakaran Al Quran Ancam Perdamaian Dunia
Facebook Bikin Narsis?
 
 
Post at : 21-07-2010 | 23:02:05
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : ‘ANDA PEJUANG'
Minggu, 25 Juli 2010,Lukas 11:1-13

Akhir-akhir ini ada banyak orang yang punya harapan kalau bisa dalam tidurnya mereka bisa bermimpi. Mengapa? Karena mimpi itu bisa dijadikan petunjuk atau dasar pijak untuk untuk menafsir angka dalam Kupon Putih atau nomor pilihan dalam undian berhadiah. Lalu berbicara tentang mimpi, saya mau tanya,“apakah anda pernah bermimpi atau mimpi apa anda semalam? Mimpi kadang membuat kita tersenyum dalam tidur, sering menakutkan sampai-sampai terbawa dan mempengaruhi rutinitas dan relasi kita dengan orang lain. Keindahan sebuah mimpi kadang membuai kita sampai-sampai ada orang yang enggan beranjak dari tempat tidur. Ujung-ujungnya kita lebih banyak menjadi pemimpi ketimbang menjadi pejuang dalam mengubah mimpi menjadi kenyataan. Ini satu kecenderungan yang merupakan kelemahan yang mesti kita atasi bila kita menghendaki ceritera hidup ini berubah. Kita menginginkan perubahan tetapi hidup ini sulit berubah karena kita belum siap merubah mental kita; mental pemimpi kepada mental pekerja. Kalau boleh dikatakan, mental ini telah menjadi sikap dasar sehingga kita butuh satu revolusi untuk mengubahnya padahal kita tidak dilahirkan sebagai pemimpi. Ini tidak berarti mengimpikan sesuatu yang baik adalah buruk, kita berhak punya impian tetapi di saat yang sama kita terpanggil untuk merubah impian kita menjadi kenyataan. Peluang selalu ada tetapi apakah mata dan hati kita terbuka untuk mengartikannya atau tidak.

Untuk hidup ada banyak syarat yang harus kita penuhi. Satu syarat yang mesti dimiliki oleh setiap orang yang mau hidup adalah semangat untuk berjuang. Kemerdekaan yang sedang kita nikmati merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pejuang. Hanya dengan berjuang, berusaha, kita dapat merubah yang mungkin menjadi ketidakmustahilan, yang kita impikan menjadi kenyataan. Melalui perjuangan, pertama-tama yang mesti dirubah adalah mental kita; mental pemimpi, mental pengemis ke mental pekerja; orang-orang yang sadar bahwa hidup ini tidak akan berubah bila kita cuma bermimpi. Bila mental telah berubah segalanya akan berubah. Untuk itu ketika diminta untuk mengajarkan para muridNya berdoa, selain mengajarkan mereka doa Bapa Kami, kepada para murid dan pendengar, Yesus mengatakan; mintalah kamu akan diberi, carilah kami akan mendapat, ketoklah pintu akan dibukakan bagimu. Di balik doa dan kata-kata ini, Yesus hendak menyampaikan pesanNya bahwa bila kita berjuang apa yang kita inginkan akan kita peroleh. Yesus tidak menyuruh kita jadi peminta-minta, Dia meminta kita untuk menjadi pejuang, pekerja keras. Berdoa saja tidak cukup untuk merubah situasi bila kita tidak membiarkan doa-doa kita menjiwai kata dan laku kita. Yang kita impikan tidak akan turun dari langit selain mengalir dari tiap tetes keringat keseriusan kita untuk bekerja, berusaha. Apa yang kita butuhkan hanya akan kita peroleh bila ada usaha untuk mendapatkannya. Kata-kata ini juga merupakan kritikan terhadap mental kita, ingin menggapai langit tanpa harus lepas landas. Kerja keras adalah kunci terpenuhinya segala yang kita harapkan. Kita adalah makhluk yang tercipta untuk bekerja. Menjadi pemimpi merupakan pengkhianatan terhadap keberadaan kita sebagai makhluk pekerja. Bermimpi tentang hari esok yang lebih baik adalah wajar tetapi tetap tinggal dalam mimpi adalah kelemahan yang mesti diatasi. Mimpi akan berubah menjadi ceritera bila kita berusaha mengubahnya jadi kenyataan, bila tidak mimpi akan tetap sebuah mimpi dan kita tidak lebih dari seorang pemimpi. Banyak orang menjadi besar, meraih sukses karena mereka berusaha memberi bentuk pada mimpi mereka. Kesejatian diri kita tidak terletak pada apa yang kita impikan tetapi ditentukan oleh usaha kita untuk merubah mental kita yang punya dampak bagi perubahan mimpi kita menjadi ke-nyataan. Kita boleh bermimpi tetapi kita tidak boleh jadi pemimpi. Kita harus menjadi orang yang mampu merubah hidup ini lewat kerja keras. Bila semut yang tidak berbudi mampu mengumpulkan makanan untuk musim hujan, mengapa kita yang berbudi cuma bisa jadi pemimpi? Berjuang dan bekerjalah, segala sesuatu akan menjadi mungkin.

Hidup adalah usaha mengumpulkan kebenaran yang tercecer dan mengubah jalan ceritera hidup ini. Apa peran yang kita mainkan dalam situasi ini? Apakah kita adalah pengumpul kristal-kristal kebenaran yang tercecer ataukah kitalah orang-orang yang membuatnya tak berbentuk? Siapakah kita dalam dunia penuh mimpi ini; pemimpi ataukah pekerja keras? Kita ingin agar apa yang kita impikan dapat kita raih, tetapi apakah kita sendiri bekerja keras untuk meraihi apa yang kita harapkan ataukah kita menanti yang kita ingin turun dari langit? Kita diberi kesempatan untuk bermimpi, kita juga diberi karunia untuk merubah mimpi kita menjadi kenyataan. Roda kehidupan akan terus bergulir, waktu akan terus mengalir tetapi ceritera hidup kita hanya akan berubah bila kita mau berubah dan berusaha untuk merubahnya.

“Kita tidak dilarang untuk bermimpi, kita hanya tidak dibolehkan untuk terus bermipi tanpa berusaha merubah mimpi kita menjadi kenyataan”
[ back ]